Surat untuk Bunda



Nafas rindu yang ku hirup di hidupku
Mengalirkan bulir-bulir air mata
Saat bibirku melafaskan sebuah nama
Bunda

Iya, bunda begitulah aku memanggilnya
Aku ingat ketika aku selalu berada dalam gendongannya
Ketika aku merasakan hangatnya kasih sayang
Yang bagaikan mentari

Tapi bunda
Bunda dimana kini
Kata ayah bunda telah jadi telah ada di dunia yang lain
Kata abang bunda telah jadi bintang

Kata kakak bunda pergi ke tempat yang jauh banget
Kata nenek bunda selalu di dekatku tapi aku tak bisa melihat bunda
Dan kata kakek suatu hari aku akan melihat bunda ada di sini
Tapi bunda dimana sebenarnya

Comments

Popular posts from this blog

Cabe jawa (piper retrofractum Vahl).

Tidak semua bisa kita miliki