legenda mawar putih

Sebuah kerajaan yang bernama kerajaan awan tak pernah turun hujan sejak sang ratu melahirkan Putih. Semua terjadi karena raja dan ratu tidak menepati janjinya untuk menyerahkan Putih sebagai pelayan dewa langit.Rakyatnya menderita, banyak yang berpindah ke kerajaan tetangga.Suatu hari sang Raja bermimpi bertemu dengan seorang petapa yang memakai baju putih. Petapa itu mengatakan ia harus mengorbankan anaknya untuk dewa agar dewa menurunkan hujan. Raja terbangun wajahnya pucat ia gelisah dan tak tega harus mengorbankan anaknya untuk kesejahteraan rakyat. Kegelisahan raja membuat ia tidak memiliki nafsu  makan.
 Sang ratu  yang khawatir pun bertanya “ada apa gerangan yang terjadi sehingga membuat kakanda tidak memiliki nafsu makan ?
Kemudian sang raja menjawab” semalam aku bermimipi berjumpa dengan seorang petapa ia mengatakan aku harus mengorbankan Putih untuk dewa agar kerajaan menjadi makmur seperti dulu.”
 Putih ingin kamu korbankan demi kerajaan? Aku tidak bisa menerima karena ia putri kita satu-satunya” ucap ratu menolak
“tapi rakyat kita menderita karena kita juga. Kamu harus merelakan Putih untuk menjadi pelayan dewa karena itu takdirnya sejak dulu”
“aku tetap tak bisa terima” bantah sang ratu
“ayahanda” ucap Putri Putih yang tak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang tuanya
“putih” Ucap raja dan ratu berbarengan
“sejak kapan kamu disini?”Tanya sang raja
“ayahanda, maafkan aku karena aku telah mendengar pembicaraan ayahanda dengan ibinda tapi jika pengorbananku bisa membuat kerajaan ini makmur aku rela mengorbankan diriku demi kerajaan ini dan rakyatku”
“tapi putih” ucap sang ratu
“ibunda tercinta , aku akan bahagia melakukan ini karena aku bisa berguna untuk orang lain” ucap Putri putih meyakinkan
“baiklah jika itu yang kamu inginkan” uacap sang raja menyetujui
“terima kasih ayahanda” ucap putrid putih bahagia
Keesokan harinya
Mentari menyapa tanah yang gersang , dialun-alun kerajaan telah berkumpul seluruh rakyat untuk menyaksikan upacara pengorbanan putri putih . Kumpulan kayu yang menggunung telah disiapkan, seorang pendeta dengan menbawa obor mendekati gunungan kayu. Ia menyalakan kayu itu hingga menjadi api yang membara. Mentari telah berdiri tepat di atas kepala dan upacara pengorbanan pun dimulai. Putih berjalan memasuki tempat upacara dengan memakai baju berwarna putih. Ia berjalan menaiki tangga yang disiapkan.
“jangan lakukan itu putih” pinta sang ratu
“maafkan aku bunda aku harus lakukan ini demi rakyatku aku tak ingin mereka tambah menderita. Jangan sesalkan kepergianku bunda”
Putih terus menaiki tangga itu hingga ia tiba diatas kemudian ia segera melompat kedalam api.
“putih” teriak sang ratu
Langit menjadi mendung , angina bertiup sangat kencang dan taklama kemudian hujan pun turun dengan derasnya, semua rakyat bergembira menyambut hujan . api yang membakar putih padam dan dari pembakaran itu muncul sebuah bunga mawar berwarna putih . dan rakyat memiliki keyakinan bahwa mawar itu adalah perwujudan dari Putri Putih yang rela mengorbankan dirinya untuk kebahagian rakyatnya. 
diterbitkan di medan bisnis 4 mei 2008

Comments

Popular posts from this blog

Cabe jawa (piper retrofractum Vahl).

Tidak semua bisa kita miliki