Posts

Showing posts with the label Cerpen

rini, si menyebalkan

Aini berteman dengan rini. Mereka sering berbincang dan inilah perbincangan mereka. Pertama Rini: ai, hari ini aku ikut lomba loh? Aini: jadi gimana di perlombaan tadi? Rini: tadi lawannya berat loh, ada yang 70 kg, 60 kg, dan aku cuma 50 kg Aini: kamu ikut lomba apa? Rini : lomba menulis Aini : hubungan menulis dengan berat badan itu apa? Rini: nga ada. Aku pergi dulu Aini: #&#&#& Kalau punya teman kayak gini itu rasanya sebagai latihan untuk menguji kesabaran bukan??? Hahahaha

Bidadari lampu merah

Mentari pagi malu-malu keluar dari pembaringannya. Ketika aku harus bergegas pergi ke kampus. Aku menyusuri jalan menuju kampus yang jaraknya tak begitu jauh dari rumahku hanya sekitar 20 menit. Di depan pertokoan pandangan mataku tertuju pada seorang gadis kecil. Gadis itu sedang memandangi bahan makanan di sebuah toko. Seorang gadis kecil itu berpakaian lusuh dengan rambut panjang yang tak terawat. Di tangan gadis kecil itu ada sebuah gitar kecil dengan tali senar yang terbuat dari karet gelang. Dari situlah aku tahu ia adalah seorang pengamen di simpang dekat rumahku. Ia tampak begitu cantik saat kulihat senyum simpul dibibir munyilnya ketika aku bertanya “ Adik sedang apa disini ?” Tanyaku Ia hanya tersenyum dan pergi menuju lampu merah. Aku mengikutinya dengan harapan mengetahui namanya. “ Adik kecil, tunggu ” pintaku Ia menghentikan larinya “ Ada apa kak?”tanyanya lembut “ Bisa bicara sebentar” “ Bisa” “ Nama kamu siapa?” “ Aku anggi” “ Nama kakak siapa?” “ Panggil sa...

Teruntuk malam

Malam, maafkan aku yang menyembunyikan sesuatu padamu hingga buatmu marah dan pergi menjauh dariku. Dahulu aku takut kehilanganmu sehingga aku mengiyakan perasaanmu. Saat itu aku masih belum memiliki rasa padamu. Waktu terus berlalu dan aku mulai memiliki rasa padamu. Tetapi sikapku yang selalu mengganti nomor membuat kesalah pahaman. Kamu menelfonku dan mengatakan sebagai pacarku. Aku yang bodoh dan lupa mengatakan tidak memiliki pacar. Itu kesalahan pertamaku padamu. Aku ingat ketika kamu menanyakan apa aku pulang. Ya aku pulang saat itu. Namun aku tidak mengatakannya padamu. Maafkan aku. Ini kesalahan keduaku. Saat aku menelfonmu dan kamu berkata kangen ya. Aku malah tertawa terbahak-bahak. Aku menutupi semuanya dengan sangat baik bukan. Padahal aku sangat ingin dengar suaramu atau bisa di bilang aku rindu. Dan kamu kesal. Ini kesalahan ketigaku. Kesalahan yang membuatku memutuskan untuk tidak pernah hadir di hadapanmu. Melepasmu yang aku sayang. Jika waktu bisa diulang lagi. Ak...