Teruntuk malam

Malam, maafkan aku yang menyembunyikan sesuatu padamu hingga buatmu marah dan pergi menjauh dariku.
Dahulu aku takut kehilanganmu sehingga aku mengiyakan perasaanmu. Saat itu aku masih belum memiliki rasa padamu. Waktu terus berlalu dan aku mulai memiliki rasa padamu. Tetapi sikapku yang selalu mengganti nomor membuat kesalah pahaman. Kamu menelfonku dan mengatakan sebagai pacarku. Aku yang bodoh dan lupa mengatakan tidak memiliki pacar. Itu kesalahan pertamaku padamu.
Aku ingat ketika kamu menanyakan apa aku pulang. Ya aku pulang saat itu. Namun aku tidak mengatakannya padamu. Maafkan aku. Ini kesalahan keduaku.
Saat aku menelfonmu dan kamu berkata kangen ya. Aku malah tertawa terbahak-bahak. Aku menutupi semuanya dengan sangat baik bukan. Padahal aku sangat ingin dengar suaramu atau bisa di bilang aku rindu. Dan kamu kesal. Ini kesalahan ketigaku. Kesalahan yang membuatku memutuskan untuk tidak pernah hadir di hadapanmu. Melepasmu yang aku sayang.
Jika waktu bisa diulang lagi. Aku tidak akan melakukan kesalahan pertamaku sehingga aku akan terhindar dari kesalahan kedua dan ketigaku padamu.
Maaf… aku selalu menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya padamu. Namun satu hal yang aku pelajari. Jika mencintai harus menunjukkan bukan menyembunyikan.
Teiring doa untukmu. Semoga Semoga kamu selalu bahagia bersama bulan dan bintang.
Dari Senja


Comments

Popular posts from this blog

Cabe jawa (piper retrofractum Vahl).

Tidak semua bisa kita miliki