Surat untuk ayah II

Ayah, kapan ayah akan pulang? Tak rindukah ayah padaku, anakmu? Aku ingin seperti teman-temanku mereka bahagia bermain dengan ayahnya. Tak inginkah ayah untuk melihat tumbuh kembangku? Bermain denganku? Tak inginkah ayah memelukku, anakmu?
Ayah pulanglah.... Bukankah uang yang ayah cari itu untukku? Aku tau ayah ingin memberi yang terbaik untukku. Tapi ayah, yang ku butuhkan sekarang adalah ayah ada di sisiku. Menemaniku bermain bola, mengajarkan ku bermain sepeda, mengajarkan ku mencintai alam, mengenalkan hobi ayah padaku.
Ayah, aku bocah kecil yang merindumu. Aku sudah lupa dengan suaramu, namun ibu selalu memberikan foto mu padaku. Ayah pulanglah .... Kembalilah.... Ke sisi ku, anak lelakimu... Yang merindu kasih sayangmu.

Tulisan ini terinspirasi dari seringnya perceraian yang terjadi. Perceraian itu menyebabkan perpisahan antara ayah dan anak, atau ibu dan anak. Perceraian terkadang menyebabkan jarak tinggal yang berbeda kota sehingga kadang anak tidak bisa bertemu langsung dengan anaknya. Jarak dan waktu memisahkan cinta antara orang tua, namun rindu itu tetap pasti ada. Di hati orang tua dan anak.

Comments

Popular posts from this blog

Cabe jawa (piper retrofractum Vahl).

Tidak semua bisa kita miliki