Ayah, kenapa engkau membunuhku

Aku masih beberapa bulan melihat dunia,
Aku hanya tau bahasa tangis
Ketika aku lapar dan haus,
Aku hanya bisa menangis
Tak mengerti kah ayah dengan bahasaku
Atau ayah tak pernah sayang padaku

Ayah, aku tak pernah tau kegundahanmu
Aku juga tidak pernah tau kemana ibu pergi setiap harinya
Hanya ayah yang menemaniku
Dunia seperti terbalik ayah
Teman temanku selalu bersama ibunya
Namun aku bersamamu
Aku tidak mengeluh
Namun kenapa engkau merenggut hakku
Hak untuk bisa melihat dunia lebih lama

Ayah....
Aku ini darah dagingmu
Ayah
Lihatlah tubuhku yang engkau berikan warna
Aku hanya bisa menangis semakin kencang
Sebelum akhirnya nafas terpisah dari tubuhku
Pandanganku jadi kembali gelap

Ayah.....
Aku mendengar ibu menangis
Namun apakah ayah juga menangis atas kehilanganku
Ayah...
Kenapa engkau renggut hak hidupku


Puisi diatas terinspirasi oleh kasus yang dilihat di berita. Terlalu banyak kasus kejahatan yang terjadi. ketika anak tidak bersalah yang menjadi korban. Bayi itu tahu apa coba, selain menangis dan menangis. Sebagai orang tua harusnya lebih sabar untuk menghadapi anak bayi bukan?



Comments

Popular posts from this blog

Cabe jawa (piper retrofractum Vahl).

Tidak semua bisa kita miliki