Budaya konsumtif

Manusia pada hakikatnya adalah makhluk ekonomi yang memiliki sifat tidak pernah puas, banyak keinginan dan kebutuhan yang selalu meminta untuk di penuhi, dan selalu mempertimbangkan pengorbanan dan manfaat dalam memenuhi kebutuhan dalam kehidupannya.
Sejak lahir hingga akhir hayatnya manusia tidak akn pernah dapat di pisahkan dari kegiatan konsumsi. Konsumsi adalah kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang dan jasa sehingga manusia memiliki perilaku konsumtrif yaitu kecenderungan untuk membelanjakan pendapatan yang di peroleh pada barang-barang yang akan di konsumsi. Perilaku konsumtif manusia memiliki 2 aspek yaitu:
aspek positif
menjamin keberlangsungan siklus ekonomi yang telah berjalan.
Menjamin keberlangsungan kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh manusia sebagai konsumen.
Menjamin berlangsungnya kegiatan produksi yang dilakukan oleh produsen di pabrik-pabrik .
Menjamin berlangsungnya kegiatan distribusi yang dilakukan distributor untuk mendistribusikan barang yang dihasilkan oleh produsen sehingga bisa memenuhi kebutuhan konsumen.
aspek negatif
a.perilaku konsumtif  itu boros.
perilaku konsumtif hanya membuang uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
b. tidak memikirkan masa depan .
c. tidak terpuji dan mrugikan diri sendiri
d. perilaku konsumtif akan menjadi kebiasaan yang sulit disembuhkan dan sangat berbahaya jika manusia yang berperilaku konsumtif tidak lagi memiliki penghasilan.

Budaya konsumtif  yang merusak

kita sedang berada pada suatu masa dimana konsumerisme menjadi budaya yang sedang mengglobal sehingga merusak manusia dan kemanusiaan itu sendiri hans gebze.

Pada pertengahan juni 2007 bertempat di salah satu kota di jerman, negara-negara industri maju menggelar pertemuan untuk membahas masalah perubahan iklim dan fenomena yang disebut dengan pemanasan bumi. Dampak dari pemanasan bumi yang dihasilkan oleh sikap serakah manusia yang memiliki perilaku konsumtif dalam penggunaan energi fosil.
Seharusnya manusia mengurangi sikap serakahnya dalam penggunaan energi fosil yang dapat merusak ozon yang melindungi bumi dari dampak sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Energi fosil yang terus digunakan menghasilkan gas karbon dan gas pencemar lain , seperti sulfur dan nitrogen yang tergabung dalam kelompok gas rumah kaca(GRK). Gas rumah kaca tercipta dari aktifitas manusia di berbagai sektor akan terlepas keudara terkumpul semakin tebal  di atmosfer yang menyelimuti bumi mengakibatkan suhu di bumi makin panas karena gas rumah kaca memerangkap panas dari sinar matahari. Kondisi suhu bumi yang tidak nyaman ini membuat semua sistem yang sseimbang mulai terganggu.
Tanpa perubahan perilaku dan pola konsumsi manusia juga tanpa upaya mereduksi emisi gas rumah kaca untuk mengatasi pemanasan bumi, maka usia bumi akan makin berkurang.Pola konsumtif yang merusak juga menciptakan penyakit seperti gangguan pernapasan dan jantung.
Budaya konsumtif terjadi karena industrialisai yang dimunculkan oleh trilogi 3 G (gold, glory,gospel) yang terjadi di inggris sekitar abad pertengahan yang dipicu di temukannya mesin uap oleh james watt. Budaya konsumtif  bermula dari modal sekecil-kecilnya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya tanpa menghiraukan kerusakan yang terjadi pada alam.
Negara miskin yang kurang berkembang melakukan perilaku konsumtif terhadap barang-barang yang di hasilkan oleh negara-negara maju dan berkembang. Semakin banyak yang melakukan perilaku konsumtif maka akan semakin banyak barang yang di produksi oleh produsen di pabrik-pabrik dengan mengunakan energi fosil yang merusak alam.
Setiap hari selalu ada limbah yang di ciptakan oleh rumah tangga baik itu sampah yang bersifat organik dan non organik yang di buang begitu saja tanpa di manfaatkan. Samaph organik yang merupakan limbah yang di hasilkan oleh rumah tangga setiap hari bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman, dan sampah non organik seperti plastik, botol bekas aqua dan shampoo bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat sendal yang cantik dan nyaman di pakai seprti yang dilakukan para ibu rumah tangga di daerah jawa.
Konsumsi energi memiliki akita erat dengan polusi. Alat elektronik yang boros lostrik sesungguhnya menimbulkan polusi karbon dioksida (co2) lebih besar Karen proses pembangkitan tenaga listrik menghasilkan emisi co2. Produk-produk elektronik yang dihasilkan oleh produsen elektronik mengandung PVC dan kimia pencegah kebakaran (bromine) yang berbahaya apabila dibuang kelingkungan.
Usaha pencegahan telah dilakukan dengan mengadakan perdagangan karbon tidak juga merespon hal paling mendasar dari ketidakadilan  iklim dan ketidakadilan social. Negara berkembang diwajibkan melaporkan kegiatan alih teknologi dan bantuan mansialnya.

Budaya konsumtif pada mode

Perkembangan teknologi yang telah terjadi membawa manusia menuju era baru dalam kehidupan yang dijalani. Perkembangan tersebut menghasilkan produk-produk yang modern dan melahirkan mode. Mode yang dilahirkan terbagi 2 yaitu mode ala barat dan mode ala asia. Mode ala barat seperti pakaian ketat  dan terbuka. Mode ala asia seperti rebonding. Kalau tidak mengikuti mode yang sedang berkembang akan dicap cupu. Persaingan mode antar mahasiswa menimbulkan budaya konsumtif di kampus sehingga menimbulkan kesan bahwa kampuis adalah kampus mode.
Budaya bermode bias menimbulkan bahaya psikologis pada diri manusia seperti yang terdapat dalam buku indahnya berhias karya Muhammad bin abdul azis al-musnid. Wanita yang selalu mengikuti mode akan terus memperhatikan penampilan dan memikat kaum lelaki guna mendapatkan pujian. Jika pujian sudah didapat maka ia akan semakin angkuh dan takabur.
Budaya konsumtif dalam bermode tidak dilarang tetapi harus mempertimbangkan baik dan buruknya mode yang akan diikuti. Mahasiswa juga harus mengingat tugas utamanya yaitu belajar.
Kami telah menanyakan kepada salah seorang mahasiswa Fmipa jurusan matematika tentang budaya konsumtif pada mode berpakaian. Ia mengatakan budaya konsumtif dalam berpakaian sah-sah aja , selama masih dalam batas wajar dan kesopanan

Jika di tinjau dari kaca mata islam budaya konsumtif merupakan cara setan untuk mengelincirkan manusia ke jalan maksiat dengan sikap berlebih-lebihan perlu kita cermati salah satu sabda Rasullullah SAW makanlah,minumlah berpakaianlah dan bersedekahlah kamu sekalian dengan tidak berlebih dan sombong.


Produktif

Tak semua mahasiswa berperilaku konsumtif ada juga mahasiswa yang bersikap produktif misalnya seorang mahasiswa jurusan pendidikan bahasa perancis stambuk 2002 yang benama wirna wati sinaga. Ia berasal dari kisaran. Ia menjajakan kue-kue basah setiap harinya kepada para mahasiswa. Ia melakukan hal itu karena ia memiliki keinginan untuk mandiri agar tidak membebani orang tuanya yang berada di kisaran. Kue-kue yang ia jajakan setiap hari ia ambil dari orang lain. Hal ini menunjukkan jika masih ada mahasiswa yang produktif untuk menghasilkan uang sehingga tidak terlalu membebani orang tua.     

Bukankah lebih baik jika mengurangi sifat konsumtif dalam diri dan memulai untuk produktif. Misalnya ingin punya tas baru, bisa dimulai dengan berjualan sesuatu seperti kue atau yang lain. Dan uangnya di kumpulkan untuk membeli tas. Atau membuat tas sendiri dengan barang yang sudah ada. Misalnya baju kaos bekas bisa digunakan sebagai tas, celana jeans yang tidak terpakai juga bisa di jadikan tas, kalau mau yang unik bisa menggunakan plastik pembungkus kopi sehingga terlihat unik, mungkin juga membuat tas dengan benang rajut juga cantik. Atau membuat tas, sendal, dompet dari bahan plastik bekas deterjen. Hasilnya juga tidak kalah cantik.
Tak perlu mahal yang penting indah dan unik. Ayo kita budayakan untuk produktif.









Comments

Popular posts from this blog

Cabe jawa (piper retrofractum Vahl).

Tidak semua bisa kita miliki