Daun madu

Daun madu atau yang bernama latin barleria cristata L ini bersuku acanthaceae.
Tumbuhan ini asli India yang umumnya ditanam sebagai tanaman pagar. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan semak dengan ketinggian 1-3m, dan bercabang banyak. Tumbuhan ini memiliki batang yang berkayu, bulat, berbuku-buku, berambut, dan berwarna hijau kecoklatan. Daunnya tunggal berhadapan, helaian elips sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, kedua permukaan daun berambut, panjang daun mencapai 4-8 cm, lebar 1-3 cm, warna hijau atau hijau kekuningan. Bunganya tunggal atau berpasangan, tumbuh diketiak daun dan ujung tangkai, mahkota berambut kelenjar, bibir atas mahkota berbagi empat, bulat telur, warnanya ungu. Buah berbentuk elips, dengan panjang 1.5 cm, berbibir tiga sampai empat, dan berwarna kecoklatan. Biji berbentuk kecil, pipih, dan berwarna cokelat.
Tumbuhan ini memiliki nama yang beragam sesuai dengan daerahnya misalnya di  Jawa tengah tumbuhan ini disebut dengan landep dan di Madura tumbuhan ini dikenal dengan daun madu.
Di Filiphina tumbuhan ini di kenal dengan nama kolintang dan violeta.

Sifat dan khasiat
Daun berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuretic) dan mengurangi bengkak. Sedangkan akar berkhasiat mengurangi bengkak.
Kandungan kimia yang terdapat di daun madu
Daun tumbuhan ini mengandung polifenol dan substansi pektik. Batang dari tumbuhan ini mengandung polifenol, saponin, flavonoida, kalsium oksalat, lemak, substansi pektik, dan asam formic. Sedangkan bagian akar mengandung polifenol, saponin, dan flavonoida.

Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan dari tumbuhan ini adalah daun, akar, bunga dan biji.

Indikasi
Daun dan akar berkhasiat untuk mengatasi rematik, dan batuk.
Bunga berkhasiat untuk mengatasi: bengkak karena gigitan serangga
Biji berkhasiat untuk  mengatasi: digigit ular berbisa

Sumber: atlas tumbuhan obat Indonesia  jilid 1

Comments

Popular posts from this blog

Cabe jawa (piper retrofractum Vahl).

Tidak semua bisa kita miliki