Ceremai
Ceremai atau yang memiliki nama latin phyllanthus acidus [L.] skeels. Tumbuhan ini bersuku euphorbiaceae dan memiliki nama sinonim P. distichus Muell. Arg., P.cicca Muell. Arg., Cicca disticha Linn., C. nodiflora Lamk., C. acida (L.) Merr., Averrhoa acida L.
Tumbuhan ini memiliki nama yang berbeda di setiap daerah di Indonesia, seperti di aceh di sebut ceremoi, di gayo dikenal dengan cerme, di melayu dengan nama ceramai, di minangkabau dikenal dengan camin-camin, di sunda disebut careme, cerme.
Tumbuhan ini juga memiliki nama asing seperti di Inggris tumbuhan ini bernama country gooseberry dan di Prancis dikenal dengan cheramelier.
Tumbuhan ini memiliki nama simplisia yang dikenal dengan phyllanthi acidi folium (daun ceremai).
Tumbuhan yang berasal dari India ini biasanya tumbuh pada tanah ringan sampai berat dan tahan akan kekurangan atau kelebihan air. Ceremai banyak ditanam orang di halaman, di ladang dan di tempat lain sampai ketinggian 1.000m dpl.
Tumbuhan ini merupakan pohon kecil, dengan ketinggian sampai 10 m, kadang lebih. Memiliki percabangan yang banyak, dan kulitnya berkayu tebal. Tumbuhan berdaun tunggal, dengan tangkai pendek, tersusun dalam tangkai membentuk rangkaian seperti majemuk. Helai daun bundar telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal tumpul sampai bundar, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin tidak berambut, panjang 2-7 cm, lebar 1,5-4 cm, warna hijau muda.
Tangkai bila gugur akan meninggalkan bekas yang nyata pada cabang. Perbungaan berupa tandan yang panjangnya 1,5 – 12 cm, keluar di sepanjang cabang, kelopak berbentuk bintang, mahkota merah muda. Terdapat bunga betina dan jantan dalan satu tandan. Buahnya buah batu, bentuknya bulat pipih, berlekuk 6-8, panjang 1,25-1,5 cm, lebar 1,75-2,5 cm, warnanya kuning musa, berbiji 4-6, rasanya asam. Biji bulat pipih berwarna cokelat muda.
Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Buah muda bisa dimasak bersama sayuran untuk menyedapkan masakan karena memberi rasa asam. Buah masak dapat langsung dimakan setelah diremas dengan air garam untuk mengurangi rasa sepat dan asam, dimakan setelah dibuat manisan atau selai. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.
Sifat dan khasiat
Daun ceremai berbau khas aromatic, tidak berasa, dan berkhasiat sebagai peluruh dahak dan pencahar (purgative), kulit akar dan buah berkhasiat sebagai pencahar.
Kandungan kimia di dalam tumbuhan ceremai
Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia seperti daun, kulit batang dan kayu ceremai yang mengandung saponin, flavonoida, tannin, dan polifenol. Akar mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Sedangkan buah mengandung vitamin C.
Tumbuhan ini memiliki beberapa bagian yang digunakan yaitu daun, kulit akar, dan biji.
Indikasi
Daun dari tumbuhan ini berkhasiat untuk: Batuk berdahak, menguruskan badan, mual, kanker, dan sariawan.
Kulit akar berkhasiat untuk mengatasi asma , dan sakit kulit.
Biji berkhasiat untuk mengatasi sembelit, dan mual akibat perut kotor.
Sumber: atlas tumbuhan obat Indonesia jilid 1
Tumbuhan ini memiliki nama yang berbeda di setiap daerah di Indonesia, seperti di aceh di sebut ceremoi, di gayo dikenal dengan cerme, di melayu dengan nama ceramai, di minangkabau dikenal dengan camin-camin, di sunda disebut careme, cerme.
Tumbuhan ini juga memiliki nama asing seperti di Inggris tumbuhan ini bernama country gooseberry dan di Prancis dikenal dengan cheramelier.
Tumbuhan ini memiliki nama simplisia yang dikenal dengan phyllanthi acidi folium (daun ceremai).
Tumbuhan yang berasal dari India ini biasanya tumbuh pada tanah ringan sampai berat dan tahan akan kekurangan atau kelebihan air. Ceremai banyak ditanam orang di halaman, di ladang dan di tempat lain sampai ketinggian 1.000m dpl.
Tumbuhan ini merupakan pohon kecil, dengan ketinggian sampai 10 m, kadang lebih. Memiliki percabangan yang banyak, dan kulitnya berkayu tebal. Tumbuhan berdaun tunggal, dengan tangkai pendek, tersusun dalam tangkai membentuk rangkaian seperti majemuk. Helai daun bundar telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal tumpul sampai bundar, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin tidak berambut, panjang 2-7 cm, lebar 1,5-4 cm, warna hijau muda.
Tangkai bila gugur akan meninggalkan bekas yang nyata pada cabang. Perbungaan berupa tandan yang panjangnya 1,5 – 12 cm, keluar di sepanjang cabang, kelopak berbentuk bintang, mahkota merah muda. Terdapat bunga betina dan jantan dalan satu tandan. Buahnya buah batu, bentuknya bulat pipih, berlekuk 6-8, panjang 1,25-1,5 cm, lebar 1,75-2,5 cm, warnanya kuning musa, berbiji 4-6, rasanya asam. Biji bulat pipih berwarna cokelat muda.
Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Buah muda bisa dimasak bersama sayuran untuk menyedapkan masakan karena memberi rasa asam. Buah masak dapat langsung dimakan setelah diremas dengan air garam untuk mengurangi rasa sepat dan asam, dimakan setelah dibuat manisan atau selai. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.
Sifat dan khasiat
Daun ceremai berbau khas aromatic, tidak berasa, dan berkhasiat sebagai peluruh dahak dan pencahar (purgative), kulit akar dan buah berkhasiat sebagai pencahar.
Kandungan kimia di dalam tumbuhan ceremai
Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia seperti daun, kulit batang dan kayu ceremai yang mengandung saponin, flavonoida, tannin, dan polifenol. Akar mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Sedangkan buah mengandung vitamin C.
Tumbuhan ini memiliki beberapa bagian yang digunakan yaitu daun, kulit akar, dan biji.
Indikasi
Daun dari tumbuhan ini berkhasiat untuk: Batuk berdahak, menguruskan badan, mual, kanker, dan sariawan.
Kulit akar berkhasiat untuk mengatasi asma , dan sakit kulit.
Biji berkhasiat untuk mengatasi sembelit, dan mual akibat perut kotor.
Sumber: atlas tumbuhan obat Indonesia jilid 1
Comments