Jarak yang kuperkecil Makin menjauhkanmu dariku Salah pada sikapku Salah pada sikapmu Atau pada cinta yang kuletakkan Keraguan membuat pijakanku rapuh Melepaskan atau mempertahankan Pendirianku berada di ujung jurang
Tangis di ujung penyesalan Kau inginkanku tuk berada disisimu Egoku menolak Pertengkaran tak terhindari Aku beranjak pergi berpaling darimu Namun tuhan mengambilmu secepat aku berpaling Aku kehilanganmu untuk selamanya Kehilangan senyum hangat yang mengantarku Menuju hari indah setiap pagi
Untuk sang pemimpin Kami adalah yang memilihmu Menjadikanmu tombak untuk mewujudkan Segala harapan yang kamu ucapkan Kami adalah yang memilihmu Menuntutmu membangun Negara ini Menjadi lebih sejahtera Menjadi yang kamu janjikan Menghilangkan kesenjangan yang terlihat jelas
Garis- garis mulai mendingin di tengah kekacauan hati Terpaku di sudut yang sunyi Merintih tetesan di hati Ketika batu luluh untuk menepati janji Haruskah aku berlari Menjauh darinya Atau menikmati luka yang mencabik-cabik hatiku Perlahan kabut menyingkapkan wajah ayu Yang berdiri kokoh di hadapanku Memberikanku 1 hal sebelum kepergiannya Sebuah senyum indah dan harapan agar aku mampu berdiri tegak di atas kakiku sendiri