Baru cina

Baru Cina atau memiliki nama latin Artemesia vulgaris L.. Tumbuhan ini berasal dari suku Asteraceae. Dan memiliki nama sinonim seperti  A. chinensis, A. igniaria, A. indica, A. integrifolia, A. moxa, A. lavandulaefolia, Crossostephium artemesioides.
Di beberapa daerah di Indonesia tumbuhan ini juga memiliki nama yang berbeda, seperti di Sumatera tumbuhan ini disebut dengan baru cina, sudamala. Di jawa ia disebut Suket  gajahan, di sunda sebutannya berbeda lagi, ia dikenal dengan beunghar, kucicing, jukut lokot mala dan di Surabaya disebut dengan Brobos kebo. Di Jakarta masyarakat mengenalnya dengan Daun manis , cam cao dan di ternate dikenal dengan kolo, goro-goro.
Ia juga memiliki nama asing. Misalnya di negeri china, ia disebut dengan hia, ai ye. Di Thailand ia dikenal dengan ngai curu, nha ngai, dan di inggris disebut dengan mugwort, felon herb, moxa, wormwood, St. John’s plant.
Ia memiliki nama simplisia yaitu Artemisiae vulgaris Folium (daun baru cina).
Tumbuhan ini berasal dari China. Tumbuhan ini memiliki rambut halus dan berbau tajam. Tumbuh liar di hutan dan ladang yang tanahnya lembab dan kaya humu dengan ketinggian hingga ± 3.000 dpl. Artemesia argyi Levl. et. Vant. Adalah jenis baru cina yang ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat.
Tumbuhan ini memiliki ciri semak, menahun, setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut, tumbuh tegak, tinggi mencapai 1 m. Daun nya tunggal  berbentuk bulat telur dengan tepi berbagi menjari, ujung meruncing, kedua permukaan berambut halus, warna permukaan atas hijau, bawahnya hijau keputihan, duduk berseling, panjang 8- 12 cm, lebar 6-8 cm. Bunganya majemuk dalam bonggol, kecil-kecil, dengan warna kuning muda, tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh merunduk, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai. Buah nya kotak, bentuk seperti jarum, kecil, dan berwarna coklat. Berbiji kecil yang berwarna coklat.
Baru cina merupakan salah satu tumbuhan obat yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit pada perempuan. Sering dimasak dengan daging berlemak sebagai sayuran. Seperti adas, baru cina merupakan satu dari 9 tumbuhan obat sacral di anglo saxon. Perbanyakan dengan stek atau biji.

Sifat dan khasiat
Rasa daunnya pahit, pedas, hangat, berbau aromatic, masuk meridian ginjal, paru, dan limpa. Berkhasiat menghangatkan meridian, menghilangkan rasa dingin, penghilang nyeri (analgesic), penghenti pendarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut, peluruh keringat, meningkatkan nafsu makan (stomakik), astringen, tonik, stimulan, melancarkan peredaran darah dan menghilangkan pembekuan, mencegah keguguran dan menormalkan haid.

Sumber: atlas tumbuhan obat Indonesia  jilid 1

Comments

Popular posts from this blog

Cabe jawa (piper retrofractum Vahl).

Tidak semua bisa kita miliki