Beluntas (Pluchea Indiaca [L] Less)

Beluntas (Pluchea Indiaca [L] Less)

Suku   : Asteraceae (Compositae).

Nama

a.       Sinonim           : Baccharis indica L
b.      Nama dearah   :
Melayu            : beluntas
Jawa                : luntas
Sunda              : baluntas, baruntas
Madura            : baluntas
Makassar         : lamutasa
Timor               : lenabou         
c.       Nama asing
China               :luan yi
Vietnam          :cuc tan, phat pha
Inggris             :marsch fleabane
d.      Nama simplisia : plucheae folium (daun beluntas), phucheae radix (akar beluntas)

Uraian tumbuhan

Beluntas umumnya tumbuh liar di daerah kering pada tanah yang keras dan berbatu, atau ditaman sebagai tenaman pagar. Tumbuhan ini memerlukan cukup cahaya matahari atau sedikit naungan, banyak ditemukan di daerah pantai dekat laut sampai ketinggian 1.000m dpl.
Perdu kecil, tumbuh tegak, tingginya mencapai  2 meter, kadang-kadang lebih. Percabangan banyak, berusuk halus, berambut lembut. Daun bertangkai pendek, letak berseling, helaian daun bulat telur sungsang, ujung bulat melancip, tepi bergerigi, berkelenjar, panjang 2.5 – 9 cm, lebar 1-5.5 cm, warnanya hijau terang bila diremas harum. Bunga majemuk bentuk malai rata, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai, cabang-cabang perbungaan banyak sekali, bentuk bunga bonggol bergagagng atau duduk, warnanya putih kekuningan sampai ungu. Buah longkah agak berbentuk gasing, kecil, keras, cokelat dengan sudut-sudut ptih, lokos. Biji kecil, cokelat keputih-putihan. Perbanyakan dengan stek batang yang cukup tua.

Sifat dan khasiat

Daun beluntas berbau khas aromatis dan rasanya getir. Berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan (stomakik), membantu pencernaan, peluruh keringat (diaforetik), pereda demam (antipiretik), dan penyegar.
Akar beluntas berkasiat sebagai peluruh keringat dan penyejuk (demulcent).

Kandungan kimia         

Daun beluntas mengadndung alkaloid, flavonoida, tannin, minyak asiri, asam chlorogenik, natrium, kalium, aluminium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Sedangkan akarnya mengandung flavonoid dan tanin.

Bagian yang digunakan

Daun dan akar. Penggunaan segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi

Beluntas ini dapat digunakan untuk:
a.       Menghilangkan bau badan, bau mulut,
b.      Kurang nafsu makan,
c.       Gangguan pencernaan pada anak,
d.      TBC kelenjar (skrofuloderma),
e.       Nyeri pada remmbago).atik, nyeri tulang (osteodinia), sakit pinggang (lumbago)
f.       Demam
g.      Datang haid tidak teratur, dan
h.      Keputihan.

Cara pemakaian

Daun atau akar sebanyak 10-15 gr direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun dilumatkan lalu dibalurkan untuk pegal linu, luka, scabies, kudis dn borok.

Efek farmakologis dan hasil penelitian

1.      Uji fertilitas daun beluntas baik berupa perasan, infus, maserat, dan ekstrak dengan alat soxhlet pada mencit betina yang diberikan secara oral, mempunyai pengaruh antifertilitas pada mencit betina (Willys, jurusan farmasi FMIPA, UNHAS, 1990).
2.      Kadar minyak asiri daun beluntas 5 % v/v dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan kadar 20 % v/v dapat mengambat pertumbuhan Escherechia coli (Atik erawati, fak farmasi ugm, 1992).

Contoh pemakaian

a.      Menghilangkan bau badan, bau mulut, kurang nafsu makan

Daun segar secukupnya dimakan sebagai lalap mentah atau dikukus dan dimakan bersama nasi.

b.      Menghilangkan bau badan

Daun beluntas sebanyak 15 gr, buah pinang 5 gr dan garam dapur seujung sdt. Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai air tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusannya diminum. Sehari 2 x, masing-masing ½ gelas.

c.       Gangguan pencernaan pada anak

Daun segar stelah dicuci bersih lalu dipipis. Campurkan pada bubur saring atau nasi tim. Lakukan setiap kali makan.

d.      TBC kelenjar

Daun berikut tangkai beluntas segar, ekstrak gelatin dari kulit sapid an rumput laut hai-tai (Laminaria japonica Aresch) masing-masing 10 gr, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu ditim sampai lunak. Makan selagi hangat. Lakukan setiap hari.

e.       Nyeri pada rematik, sakit pinggang

Akar beluntas sebanyak 15 gr dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air, rebus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum pagi dan sore, masing-masing ½ gelas.

f.       Deman

1.      Daun beluntas segar sebanyak 15 gr dicuci bersih lalu direbus atau diseduh dengan air panas, lalu minum seperti teh.
2.      Daun beluntassegar kira-kira 100gr dicuci bersih lalu dikukus samapi matang. Dimakan bersama makan nasi, dua kali sama banyak, pagi dan sore.

g.      Luka

Daun beluntas segar secukupnya dicuci lalu dipipis. Tambahkan sedikit kapur, sambil diaduk sampai rata. Ramuan ini lalu dibalurkan pada luka.

h.      Datang haid tidak teratur

Daun beluntas segar sebanyak 2 genggam dicuci lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan air masak 2 ½ gelas dan garam sebesar biji asam. Peras dan saring lalu diminum. Sehari 3x, masing-masing ¾ gelas.

Catatan:


Rumput laut hai-tai dapat dibeli di pasar swalayan atau di toko obat Tionghoa.

sumber: atlas tumbuhan obat indonesia tumbuhan

Comments

Popular posts from this blog

Cabe jawa (piper retrofractum Vahl).

Tidak semua bisa kita miliki