Posts

Menuju Nirwana

Angin menyejukkan hati Ingin ku raih dengan tangan ini Tapi ia pergi Tinggalkanku disini Tanah menebar harum bunga Menghanyutkan diri dalam bahagia Tanpa tau apa yang ada di hadapan mata Hingga terluka Kedukaan melanda langit Memudarkan pelagi Menghujani luka pada tanah Tawa menggores kenangan Tersenyum dengan luka yang mengganga Tenang dalam kedukaan Bimbang dalam kegembiraan Berduka di keramaian Tertatih menuju nirwana Air mata penyejuk lara Bunga pengantar ke pergiannya Seuntai kata mengikhlaskannya

Jejak Tak Bersudut

Dentingan menggetarkan hati Terlintas tanya tak bertepi Akankah bertemu kembali Masa menjauh pergi Melukis di atas angina Terucap kata dalam tatapan Terkirim salam dalam senyuman Tegarkan hati dalam keheningan Wajah ayu menapak lembut Tinggalkan jejak tak bersudut

mewarnai mimpi

Senyum mematikan menebar cinta Terdiam waktu di pelukan mentari Bintang merayu bulan Enggan mengakhiri malam Tersipu pagi Membeku di ujung dedaunan Goresan malam mewarnai mimpi

Sepi

Sepi Di antara kediaman Tanpa kata yang berujar Tanpa ada tawa yang terselingi detik jam diterbitkan di harian sib 30 november 2014

Desiran hati

Lembut suara mendesirkan hati Menyentuh tubuh yang menyatu bersama angin menguntai rindu terpendam Memutih kaca Di atas dahan

Resah

Desau air berlomba menuju mega Burung mengintip di balik dedaunan Berbeda cara satu tujuan Kain berkibar di dalam air Bergoyang dasar lautan Terbayang wajah tak berteman Setan kembali menghantui Dalam ramai terukir senja Berpagar hijau memanjang Biru menyatu bersama putih Menaungi hari Terhias kuning menghangatkan Bundar menari di atas ketenangan Meneriaki tangan yang mengayun Ombak yang terkungkung Dalam deras angin yang berhembus

Saksi Bisu

Dinding saksi bisu Ketika takdir membungkam kata Menghentikan nadi yang tertulis nama Jejak mentari di kegelapan Melukis debu bersama angin Tinggalkan petir yang menggelegar Mengenang cinta dalam celah tanah yang tergenang Senyum luka di persimpangan cinta Bahagia dendam yang membara